Menurut imam Alqurthubi ayat ini ada 43 permasalahan;
Pertama: kata innama tujuannya lilhashr (pembatasan), mencakup penafian dan penetapan dengan demikoan ditetapkan apa yang tercantum di dalam ayat dan menafikan selainnya. Pembatasan ini untuk pengharaman karena jatuh setelah ayat. (2: 172)
Setelah menyebutkan hal-hal yang dimilubahkan pada ayat 172, Allah lalu menyebut hal-hal yang diharamkan.
Ayat ini adalah Madaniyah diperkuat ayat lain yang turun di Arafah ( Qs. Al An'am 145) hingga akhir ayat, dengan demikian cukuplah keterangan dari pertama hingga akhir sebagaimana yang dikatakan Ibnu Arabi. Keterangan ini akan datang disurat Al An'am insyallah.
Kedua; al Maitata dibaca I'rab Nashab daripada fiil harrama. Adapun Ma merupakan Ma Kaffah yang boleh kamu artikan bermakna alladzi (yang).
Almaitatu waddamu wa lahmulkhinziiri dibaca rafak karena khabarnya Inna sebagaimana qiraah Ibnu Abi 'Ablah. adapun harrama ada dlomir yg kembali ke alladzi dan ayat sejenisnya adalah firman Allah:
انما صنعوا كيد ساحر
(طه ٦٩)
Pertama: kata innama tujuannya lilhashr (pembatasan), mencakup penafian dan penetapan dengan demikoan ditetapkan apa yang tercantum di dalam ayat dan menafikan selainnya. Pembatasan ini untuk pengharaman karena jatuh setelah ayat. (2: 172)
Setelah menyebutkan hal-hal yang dimilubahkan pada ayat 172, Allah lalu menyebut hal-hal yang diharamkan.
Ayat ini adalah Madaniyah diperkuat ayat lain yang turun di Arafah ( Qs. Al An'am 145) hingga akhir ayat, dengan demikian cukuplah keterangan dari pertama hingga akhir sebagaimana yang dikatakan Ibnu Arabi. Keterangan ini akan datang disurat Al An'am insyallah.
Kedua; al Maitata dibaca I'rab Nashab daripada fiil harrama. Adapun Ma merupakan Ma Kaffah yang boleh kamu artikan bermakna alladzi (yang).
Almaitatu waddamu wa lahmulkhinziiri dibaca rafak karena khabarnya Inna sebagaimana qiraah Ibnu Abi 'Ablah. adapun harrama ada dlomir yg kembali ke alladzi dan ayat sejenisnya adalah firman Allah:
انما صنعوا كيد ساحر
(طه ٦٩)
No comments:
Post a Comment